Minggu, 20 November 2016

4M, Resep untuk Displinkan Budget

4M, Resep untuk Displinkan Budget




Berapapun penghasilan Anda, tanpa pengelolaan yang benar akan cepat habis. Dampaknya, keuangan Anda morat-marit.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengelola sehingga memperbaiki budget bulanan Anda tetap terkelola dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa kiat sederhana untuk memperbaiki budget atau anggaran Anda:

1. Melunasi utang Anda secepatnya

Bila Anda membereskan utang, maka uang yang tersisa tidak membuat Anda tergoda untuk berbelanja. Melunasi utang berarti menghemat pengeluaran bunga utang.

Yang termasuk utang adalah kartu kredit dengan rata-rata bunga berkisar 40 persen per tahun. Sudahkah Anda memiliki bisnis dengan keuntungan sebesar itu? Selanjutnya adalah pinjaman atau cicilan, untuk rumah, mobil, motor dan lain lain. Berikutnya adalah tagihan bulanan. Meski sebenarnya bukan kategori utang, namun tagihan bulanan (listrik, air, keamanan, sewa rumah, dll), merupakan kewajiban yang harus Anda penuhi. Lunasi tagihan tersebut pada waktunya agar tidak dikenakan denda.

2. Memangkas pengeluaran

Untuk memangkas pengeluaran, amati kemana ‘larinya' uang. Selanjutnya, analisa apa yang Anda butuhkan. Memangkas pengeluaran adalah masalah ‘efisiensi' dan menuntut perubahan gaya hidup dan pola pikir Anda.

Catatlah semua pengeluaran Anda secara rapi dan rinci — termasuk uang parkir, uang tol, permen, jajanan, kopi, air, atau rokok. Apakah makanan kecil, kopi dan air bisa dibawa dari rumah, sehingga lebih ekonomis? Apa lagi yang dapat disubstitusi? Apakah TV kabel itu memang perlu? Apakah Anda dapat berhemat dengan membatasi saluran?
Hemat energi, air dan telepon: Pakailah listrik hanya bila diperlukan. Gunakan lampu hemat energi. Pakailah pesawat telepon rumah untuk menelepon atau SMS ketimbang menelepon dengan ponsel.

Untuk kendaraan bermotor, Apakah jumlah kendaraan Anda tidak berlebihan? Lakukan servis berkala agar hemat BBM dan menghindari kerusakan berat. Khusus BBM, rencanakan perjalanan Anda secara optimum. Hindari jalan macet karena kemacetan mengakibatkan pemborosan BBM.

Sementara untuk media, belilah majalah atau surat kabar yang bermanfaat saja. Begitu halnya hiburan, pilihlah hiburan dengan harga yang terjangkau. Tarif film, misalnya, tergantung pada gedungnya. Untuk sandang tinggalkan paradigma pakaian bermerek. Banyak produk pakaian yang bagus dengan harga ekonomis.

Begitu halnya pangan, belanjalah di supermarket karena lebih murah. Manfaatkan tawaran diskon atau sistem point belanja. Jangan memasak berlebihan. Untuk diskon, tunggulah ketika ada obral, manfaatkan diskon serta sistem reward (bank, supermarket, toko-toko besar) atau sistem 2-for-1.

3. Menjalani hidup cukup, bukan hidup mewah

Apa saja yang harus dilakukan:
-Mengganti TV, komputer, ponsel hanya bila perlu, bukan semata-mata karena mengikuti trend.
-Menahan dorongan membeli baju baru.
-Membeli barang hanya bila diperlukan, bukan karena mumpung murah.
-Membatasi penggunaan kartu kredit.
-Memanfaatkan kendaraan umum ketika bepergian.

4. Menabung

-Menabung setiap hari; ingat peribahasa, “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
-Memasukkan dana yang dihemat ke dalam tabungan. Contoh: Dari bandara Anda bisa naik Damri ketimbang naik taksi, maka uang yang dihemat sebesar Rp100.000 bisa dimasukkan ke tabungan. Ini sebagai wujud mengajar anak cucu untuk menabung sejak dini. (sumber)


Baca Artikel Entrepreneurship di Ayopreneur

Kamis, 17 November 2016

6 Trik Agar Uang Anda Hemat

6 Trik Agar Uang Anda Hemat



Tidak bisa dipungkiri, setiap kali Anda menyimpan uang, saat itu juga keinginan untuk membelanjakan barang timbul. Dampaknya, uang yang diperoleh hanya sekadar mampir di dompet atau tabungan Anda.

Hampir seluruh orang kesulitan menyimpan uang. Tidak peduli apakah orang itu muda, tua atau anak-anak. Mayoritas mereka mengeluh bagaimana cara menyimpan uang agar tidak cepat habis.

Sejumlah ekonomi dan konsultan keuangan menyatakan, banyak masyarakat tidak mengetahui manajemen keuangan. Mereka banyak melakukan kesalahan sehingga pendapatan yang seharusnya digunakan untuk sebulan penuh, habis di tengah jalan.

Berikut adalah enam tips sederhana yang perlu Anda ketahui.

1. Bedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants)

Sejatinya apa yang dikategorikan kebutuhan adalah sesuatu yang memang dibutuhkan. Jika tidak terpenuhi, akan berdampak buruk, seperi makanan, rumah, atau pakaian. Lalu apa yang disebut keinginan? Keinginan adalah sesuatu yang tidak mutlak dipenuhi, dan hanya bersifat pilihan. Agar uang Anda tidak boros, Anda harus pandai-pandai selektif memilih, seperti hindari membeli makanan yang sejenis dengan makanan pokok.

2. Keterbatasan sumber ekonomi, buat skala prioritas

Bagaimanapun melimpahnya kekayaan sumber daya alam (SDA) kita, lambat laun akan habis juga. Begitu halnya dengan uang Anda, semua akan ada batasnya.

Untuk itu, perlu pandai-pandai membelanjakan dana Anda. Hindari sebisa mungkin untuk utang, seperti kartu kredit, atau cicilan. Dengan keterbatasan sumber daya, Anda harus cerdas menyisihkan dana untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti dana pensiun, atau investasi lain yang menguntungkan.

3. Tepat membelanjakan barang

Jika Anda dipromosikan di perusahaan yang disertai dengan kenaikan gaji, maka Anda jangan langsung terbuai. Belanjakan dana Anda dengan tepat seperti membeli rumah yang lebih besar, atau mobil yang lebih fungsional.

4. Setiap uang yang dikeluarkan ada biayanya

Mungkin Anda pernah mendengar spa yang disebut opportunity cost? Contoh sederhananya adalah jika Anda memutuskan kuliah di saat Anda bekerja, maka waktu luang Anda sepulang kerja akan terpakai. Selain itu, pendapatan yang diperoleh harus dialokasikan untuk biaya pendidikan. Meski demikian, hal itu akan bermanfaat bagi masa depan Anda.   

5. Hukum permintaan dan penawaran

Pendapatan kita setiap bulan akan sangat berhubungan dengan penawaran dan permintaan. Jika Anda memiliki keahlian tertentu, maka Anda bisa memiliki daya tawar tinggi untuk negosiasi gaji. Di sisi lain, jika kemampuan Anda banyak dimiliki orang lain, maka potensi pendapatan Anda terbatas.

6. Uang harus maksimal

Jika Anda memiliki dana Rp100 juta, maka Anda harus berpikir bagaimana dana dapat bertumbuh dalam 10 tahun ke depan tanpa tergerus inflasi. Pilih instrumen investasi yang memberi imbal hasil menarik seperti obligasi, saham dan investasi lain. (sumber)


Baca Artikel Entrepreneurship Lainnya di Ayopreneur

Rabu, 16 November 2016

Kenalkan Menu Resto Anda

Kenalkan Menu Resto Anda



Berbahagialah Anda yang memiliki keahlian memasak. Ketika Anda berniat untuk mendapatkan penghasilan tambahan, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menjual kemampuan Anda mengolah makanan ini. Anda bisa mengajar memasak, sekaligus menjual hasil masakan Anda.

Meskipun demikian, agar kue-kue atau masakan Anda tampak "menjual", Anda harus punya kemampuan untuk membuat tampilan dan rasa yang juara. Yeni Ismayani, food stylist dan praktisi kuliner, berbagi tips untuk mulai membangun bisnis makanan untuk Anda.

1. Jangan takut dicela
''Ih... pasti enggak enak. Dari tampilannya saja saya enggak selera,'' tutur Yeni menirukan orang yang membatalkan niatnya membeli makanan karena tak tertarik tampilannya. Seseorang yang patah arang mendengar komentar ini biasanya akan langsung marah, atau mengurungkan niat untuk berbisnis. Padahal komentar semacam ini merupakan salah satu ujian, karena tidak semua orang mau mencicipi kue yang belum pernah didengar namanya.

2. Manfaatkan foto dan internet
Bisnis lewat internet paling banyak mendapatkan untung. Bukan saja mempermudah mencari pelanggan, namun juga bisa menampilkan secara real (visual) apa yang kita jual. Terlebih jika Anda memuat juga video tentang pembuatannya, atau kursus membuat kue yang Anda punya. Tidak bisa dipungkiri bahwa visual amat berpengaruh dalam promosi.

3. Gunakan jejaring
Manfaatkan teman-teman lama yang memiliki bisnis. Misal teman yang memiliki bisnis toko kue dan roti, restoran, ataupun kolega Anda yang memang bersedia ikut menjual atau mempromosikan makanan buatan Anda.

4. Kreatif dan imaginatif

Daya kreasi dan imaginasi amat dibutuhkan saat akan membangun bisnis ini, karena bisnis ini membutuhkan pergerakan yang cepat. Bayangkan kalau Anda hanya menawarkan kue yang itu-itu saja. Semua harus dikembangkan dan diperkaya.

"Misalnya dulu orang lain menyajikan nasi goreng spesial. Tapi kok, tidak ada bawang bombay-nya? Atau, kok, sausnya terasa biasa saja? Saya lantas menambahkan bawang bombay dan saus yang punya cita rasa berbeda, misalnya saus bangkok," ujar Yeni mencontohkan.

5. Promosi dan ekspansi dari mulut ke mulut
Jangan langsung berharap bisnis menghasilkan untung yang besar-besaran. Mendapatkan pesanan untuk suatu event atau perayaan tertentu mungkin mendatangkan untung yang besar. Namun hal itu tentu hanya bersifat sementara. Fokuskan tujuan Anda untuk mendapatkan pelanggan setia. Sesekali beri potongan diskon, atau bonus khusus sebagai gimmick-nya.

6. Kualitas dan food tester

Jaga selalu kualitas. Mulai dari rasa, kebersihan, penyajian, hingga memberikan food tester. Jangan membedakan rasa pada makanan yang berupa tester dengan item yang dijual. Sebab sekali pelanggan kecewa dengan perbedaan rasanya, mereka tidak akan kembali lagi. Akan lebih baik lagi jika Anda memberikan layanan purna jual.

7. Ikutan klub dan pameran
Bila Anda melihat iklan seminar bisnis atau pameran bisnis, jangan ragu untuk segera mendaftar. Jangan meremehkan kekuatan yang bisa ditimbulkan lewat cara ini. Anda akan menemui orang-orang yang sudah berpengalaman dalam berwirausaha, yang tentunya akan dengan senang hati menceritakan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka buat. Dari situ, Anda akan banyak belajar.

8. Banyak membaca buku dan belajar dari orang lain
Cari referensi untuk menggali ide. Tetapi ingat, bukan mencontek kreasi orang lain, lho. Anda pasti tidak akan dihormati.

9. Mencari tahu kesukaan pasar dan buat tema
Update terus apa yang sedang tren di pasaran. Misalnya, apa keinginan pasar dan apa yang diinginkan oleh pelanggan.

10. Ciptakan nama atau merek yang mudah diingat
Jangan menggunakan nama yang sulit diingat, apalagi dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lain. Selain itu, cari nama yang mewakili karakter bisnis Anda. Misalnya Anda berjualan jajanan pasar, dan nama Anda Michelle. Enggak pas kan, kalau nama toko Anda "Jajan Pasar Michelle"? Memang tidak dilarang, namun kurang pas. (sumber)


Minggu, 13 November 2016

Pilih Karier atau Jadi Pengusaha?

Pilih Karier atau Jadi Pengusaha?



Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Salah satunya, bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun atau memiliki usaha sendiri ketika masih pada usia produktif. Mana yang lebih tepat? Berikut kiat dari Eko Endarto RFA, perencana keuangan dari Finansial Consulting, agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karier dan memulai usaha sendiri.

Baca peluang

Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Namun, yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang bagus untuk masa depan kita? Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Cara terbaik untuk mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang yang bisa memberikan prospek bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apa pun pilihannya takkan jadi masalah.

Bisa kapan saja

Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Apakah ketika masih di usia produktif, atau ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya, bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, maka mengapa tidak? Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, melainkan juga memberikan aktualisasi diri.

Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik.

Ingat, wirausaha adalah sebuah proses, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan. Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan kedatangan keberhasilan itu tidak dapat diprediksi; bisa cepat, bisa juga lambat; tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.

Kesungguhan dan disiplin

Sebelum memulai berwirausaha, pastinya akan ada pertanyaan besar yang mengganjal: Berapa besar modal yang harus dikumpulkan untuk bisa memulai usaha baru?

Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.

Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100.000 pun kita sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.

Namun, dengan dana Rp 100 juta, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi, modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya. Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.

Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 20 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi masa depan.

Fokus pada tujuan

Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut selalu ada saat yang bagus, tetapi ada juga yang tidak bagus. Apabila masa sulit datang, cobalah ingat kembali bahwa salah satu alasan kita memilih berwirausaha adalah prospek ke depan lebih menjanjikan atau paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.

Hal penting lain yang patut dicatat adalah selalu fokus pada tujuan masa depan. Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan, apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan ke depan.

Asuransi usaha

Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Selain itu, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi. Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan. Namun, aset usaha sangat bisa diasuransikan.

Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya masih bisa diasuransikan. Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, kita dapat menghitung besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha yang Anda pilih. (sumber)